Hello world! ini saat kali pertama aku menulis. berawal dari rasa jenuhKu terhadap hidup ini. ya mungkin aku hanya menghadapi seputik masalah dalam hidup yang pasti tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan.
Dulu, aku adalah anak terakhir dari 2bersaudara. aku mempunyai seorang kakak laki-laki.
aku yang selalu ingin dimanja,arogan,ambekan ya seputar sifat anak bungsu lainnya.
Seorang papah yang selalu mengikuti keinginanku, dan Mamahku yang cenderung lebih pendiam.
aku sangat senang dengan anak kecil,sampai aku selalu merengek layaknya anak kecil kepada mamah papahku untuk memberikanku adik kecil yang pastinya akan terlebih aku sayang.
sampai akhirnya akupun mempunyai seorang adik.
mamahku mengidap suatu penyakit sejak dulu, tepatnya setelah beberapa bulan melahirkanku.
saat mamahku
mengandung adik pertamaku, penyakit itupun tetap saja muncul sampai
mamahku dirawat ICU.
Penyakit itu seperti menggerogoti tubuh mamahku. Ia selalu saja muncul seketika dan teramat sering.
rumah sakit manapun sudah pernah kami coba kunjungi dengan harapan penyakit itu bisa pergi dan tidak menyakiti mamahku lagi.
Setiap mamah sakit, aku tidak sekolah karna harus menjaga kedua adikku yang masih sangat kecil.
ketika penyakit itu datang, mamahku seolah seperti tak memiliki raga. Ia tidak sanggup berjalan, tak sanggup menggerakan raganya. air kelapa hijau yang selalu dikonsumsi saat keadaan seperti itu.
Tahun 2007, ketika terjadi bencana banjir hampir seluruh wilayah indonesia. rumahku pun terkena bencana yang datangnya tak terduga itu. papah , mamah , abang , aku dan kedua adikku yang masih balita pun akhirnya singgah untuk sementara dirumah saudaraKu di Kota Tangerang.
kesedihan karna bencana tersebut belum berakhir, penyakit mamahku pun kambuh. entah apa yang bisa aku perbuat pada saat itu aku hanyalah anak yang umurnyapun belum genap 10tahun.
Ini adalah foto mamahKu
Februari 2008, banjirpun mulai menggenangi lingkungan rumahku walapun kami masih bisa bertahan didalam rumah. mamah yang tak pernah kenal lelah, Ia pun rela mengangkuti air untuk mencuci baju dari pompa milik tetangga yang jaraknya sekitar 3m karena listrik mati.
keesokan hari, ketika banjir itu sudah mulai surut, mamahku terlagi sakit. karena mamahku tidak boleh kelelahan. sudah dirawat 1hari dirumah, mamahku pun tak kunjung sembuh.
sampai akhirnya tengah malam, papahku membawa mamah ke rumah sakit dengan meminjam mobil teman papah.
Ketika pagi aku terbangun, melihat mamah dan papah tidak ada dirumah aku pun bingung dan bertanya kepada abangku. tidak lama kemudian, suara telepon berbunyi. entah mengapa aku tidak berani untuk mengangkat telepon itu, dan akhirnya abangku yang mengangkatnya.
ternyata yang menelepon adalah papah, memberitahu kalau mamah sudah kembali kepada sang Pencipta.
aku yang masih kecilpun tidak terlalu menghiraukan perkataan papah, karena aku mengira bahwa itu adalah bohong. sampai mamah tiba dirumah, aku membuka kain putih yang menutupi sekujur tubuhnya. aku melihat wajah pucat dan tidak ada hembusan nafas aku menangis dan berteriak.
sungguh itu bagaikan mimpi buruk dan aku ingin bangun dari tidurku itu.
aku memang tidak terlalu dekat dengan mamah, tapi aku pun merasakan ada yang hilang dari diriku ketika Ia tiada. selama mamah hidup, aku hanya bisa membuatnya sedih. aku sering membanting pintu ketika aku ngambek dengannya, aku yang sering membantah perintahnya. Ia tidak pernah menyuruhku untuk melakukan suatu pekerjaan. semua Ia yang lakukan walaupun lelah yang dirasakan.
Beberapa bulan kemudian, karena adikku yang masih sangat kecil papahku pun menikah lagi. dengan harapan ada yang merawat dan menjaga anaknya. hari berganti hari , bulan pun berlalu kala itu aku baru merasakan bahwa kasih sayang seorang ibu yang mengandung serta melahirkan dengan menaruhkan nyawa tidak akan terbandingkan dengan sejuta kasih sayang wanita/ibu lainnya.
Hidupku pun berubah 270derajat. seperti mengingat sepenggal cerita "CINDERELLA".
7tahun pun sudah berlalu. entah berapa juta tetesan air mata yang terlintas dipipiku. tapi aku tahu, inilah hidup. mungkin dulu adalah saat dimana aku diatas, dan akupun harus merasakan bagaimana posisi dibawah yang sekarang aku lalui.
Mungkin dari aku menulis kisah hidupku, kalian bisa memetik sebuah pelajaran. Sayangi ibu kalian selama Ia masih menghembuskan nafas. jika kalian bisa membahagiakan Ia saat ini, mengapa harus tunggu nanti? nanti yang belum tahu apakah Ia masih bisa ada disamping kita.
setiap penyesalan selalu datang diakhir cerita, tinggal bagaimanakah kita mencegah datangnya sebuah penyesalan tersebut.
wassalammualaikum wr.wb
